Cabut Saja! : Menakar Efek Demonstrasi yang Berkepanjangan

 

          Saat ini kita tengah diahapkan dengan persoalan yang sangat krusial dimana Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan RUU Cipta Lapangan Kerja menjadi sebuah Undang-undang. Ya, UU yang disahkan tersebut banyak menuai penolakan dari berbagai macam elemen Masyarakat. Tidak sampai disana pengesahan undang-undang ini akhirnya mengundang aksi unjuk rasa, mulai dari aksi yang dilakukan oleh Buruh dan mahasiswa bahkan tragedi ini juga mengundang para pelajar untuk andil dalam perjuangan menyuarakan kebenaran. Terlepas dari adanya aksi yang berujung ricuh hingga tindakan vandalisme, dalam gerakan yang muncul tersebut mereka yang ikut aksi memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

       Terjadinya demonstrasi itu sebenarnya adalah salah satu bentuk dari perjalanan Demokratisasi suatu negara. Ya, memang benar Indonesia katanya adalah negara yang Demokrasi. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk dapat menyampaikan aspirasi serta memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan yang bertujuan untuk mengubah hidup negara tersebut. Dari sana kita bisa mengukur bahwa salah satu bukti nyata bahwa Indonesia itu katanya demokrasi, meskipun dalam perjalanannya kerap kali segala cara menjadi halal agar semua bisa senyap lalu sah begitu saja. Indonesia yang konon menganut sistem demokrasi Pancasila, yaitu sistem demokrasi yang berlandaskan pada nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila, justru acap kali ternodai oleh berbagai macam tindakan yang justru tidak pancasilais, tak perlu kita jabarkan sebab silahkan kita perhatikan dan buktikan sendiri.

          Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dari aksi demonstrasi, terlepas apakah itu positif atau justru malah berdampak negatif, apakah dampaknya itu langsung ataupun tidak langsung atau bahkan dampak yang tampak nyata ataupun yang terselubung. Kita mulai melihat dampak baik dari sebuah demonstrasi yang terkadang luput dari pandangan sebab kebanyakan dari kita hanya melihat demonstrasi itu selalu anarkis. Pertama, Rakyat dapat mengkritik pemerintah jika pemerintah belum menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan keinginan rakyat, sebab sudah mejadi keharusan bagi pemerintah menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Kedua, Rakyat dapat mengeluarkan suara yang belum teralisasikan, sebab dengan masyrakat turun kejalan menampaikan aspirasi yang tak terdengar oleh pemerintah disana akan menjadi bahan baru bagi pemerintah agar tidak khilaf lagi. Ketiga, Rakyat dapat mendesak pemerintah untuk mengeluarkan keputusan bersama yang disetujui bersama, dikondisi seperti ini seharusnya masyarakat tidak mesti sampai turun kejalan sebab kita berada dalam posisi Extra Ordinary Condition, sebab kita berada dalam belenggu pandemi Covid-19. Keempat, Membuka pemikiran semua orang atas masalah yang dilakukan demonstrasi, sebab saat sebagian orang menjerit dengan ketidak adilan ada juga sebagian mereka yang merasa tidak peduli atau yang lebih parahnya menyelipkan kepentingan pribadi diatas kepentingan orang banyak.

          Selain itu dampak lainnya yang akan terjadi saat demonstrasi adalah, Dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat, akibat adanya demostrasi, kita bisa lihat betapa banyak kerugian yang ditanggung diri sendiri mulai dari fisik, piskis maupun materil. Bisa kita lihat juga berapa banyak fasilitas negara yang rusak dan hancur akibat demonstrasi yang anarkis. Lalu berapa banyak jalan protokol yang dialihkan padahal jalan yang digunakan untuk kegiatan demonstrasi kerap kali merupakan jalan utama kota atau daerah. Damapak lainnya Dapat menurunkan nilai tukar mata uang, jika demonstrasi tersebar. Bisa kita liat begitu banyak media internasional yang memberitakan aksi demonstrasi di Indonesia yang akhirnya bukan Cuma nilai tukar yang akan berpengaruh tapi iklim investasi di indonesia akan semakin menurun sehingga gak menutup kemungkinan negara ini bisa colabs. Dampak yang nyata kita liat itu salah satunya Membuat lingkungan kotor dan rusak akibat demostrasi, hal ini merupakan efek dari kerumunan massa yang tak terkendali juga menyebabkan banyaknya sampah yang berserakan sehingga hal ini sangat beresiko menambah rusaknya lingkungan.

          Lalu apa konsekuensinya jika semua aksi unjuk rasa ini terus berlarut dan tak kunjung mendapatkan titik temu?. Ini akan menjadi rumit kalau misalkan terus bergulir, demonstrasi lama bergulir tentu akan mengganggu stabilitas pemerintahan, dan itu yang berat menurut saya. Namun yang akan paling terpengaruh adalah stabilitas pemerintahan, gangguan stabilitas pemerintahan seperti apa yang akan terjadi, sebab tidak menutup kemungkinan munculnya upaya penumbangan rezim, penggulingan kekuasaan, atau tidak. Ya itu dinamikanya, kita tidak ada yang bisa membaca ataupun memastikan hal tersebut. Ini karena hal ini sangat dinamis, artinya di antara mereka  pasti ada kelompok yang pro dan kontra dengan UU Cipta Kerja yang di sahkan beberapa hari yang lalu Dan saya sangat yakin mereka juga pasti akan mempertimbangkan hal-hal yang di luar dugaan awal, tapi itu kita lihat saja karena belum bisa terbaca situasinya.

       Untuk saat ini, demonstran masih fokus pada tuntutannya agar pemerintah membatalkan sejumlah undang-undang cipta kerja yang tengah menjadi api besar ditengah kemarau panjang. Kita bisa lihat berbagai tagline seperti #Mosi tidak percaya #cabutuuciptakerja dan tagline lainnya bahkan ratusan ribu banyaknya yang tengah meramaikan timeline Twitter dan sosial media lainnya yang Ampuh Serukan Aksi Mereka menyatakan keresahannya yang tidak mempunyai tujuan yang lebih jauh, apalagi hingga menumbangkan rezim penguasa. Meskipun keitka kita tinjau kefektifannya itu masih tergolong rendah sebab kita bisa lihat bahwa ramainya timeline tidak ada pengaruhnya terhadap mereka, bahkan respon yang muncul justru diluar dugaan kita bersama. Namun, ada satu hal yang bisa dipetik dari kejadian ini. Pemerintah seharusnya menyadari bahwa segala bentuk kebijakan yang tidak melibatkan aspirasi publik di dalamnya akan menuai tentangan semacam ini. Sudah saatnya juga pemerintah kembali menimbang keputusan yang diambil, sebab butuh berapa banyak lagi korban yang berjatuhan atau berapa banyak lagi fasilitas yang hancur agar UU Cipta Kerja itu bisa dicabut dan pemerintah bisa lebih peka dengan keadaan rakyat?. Akankah ini akan menjadi dosa jariyah kita semua?. Jangan lupa bahwa ini semua akan dijalani oleh generasi kita selanjutnya maka bijaklah dalam bersikap dan bertindak.

Komentar

Postingan Populer