WASPADA! KITA KEDATANGAN TAMU BARU


         Belum selesai dengan suatu pandemi yang menghantam segala sisi kehidupan manusia, kini sudah muncul pula satu virus yang tidak kalah membahayakan dari pada Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan atau Penyakit yang karena terinfeksi virus ini disebut COVID-19. Virus yang muncul di China, negara yang kemarin juga menjadi tempat lahirnya Coronavirus, seperti yang dilansir dari berbagai media bahwasannya Virus ini ditemukan di Tiongkok yang mana virus ini diketuahui sudah menyasar 70 Orang Mahasiswa disana. Sebenarnya virus ini bukanlah suatu virus baru sebab virus ini sudah muncul sejak tahun 1968 di kota Norwalk dan Ohio yang merupakan kota dari negara Paman Sam Amerika Serikat. Penamaan Virus ini juga diambil dari nama kota tempat awal munculnya virus tersebut.

          Ya, namanya Norovirus, virus ini merupakan  virus terbanyak kedua setelah rotavirus yang menjadi penyebab utama diare akut. Diare akibat virus ini bisa sangat berbahaya bila menyerang anak-anak dan bahkan menyebabkan kematian. Norovirus dianggap sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia. Ini menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Mengutip WebMD, Sabtu (24/10/2020) norovirus awalnya disebut virus Norwalk. Dinamakan dari kota Norwalk, Ohio, Amerika Serikat, dimana wabah pertama yang dikonfirmasi terjadi pada tahun 1972 silam. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, norovirus rata-rara menyebabkan 19 juta hingga 21 juta kasus gastroenteritis akut di AS per tahun dan mengirim lebih dari 450.000 orang ke ruang gawat darurat.

          Mereka menyebabkan lebih dari separuh wabah penyakit bawaan makanan setiap tahun. Ada banyak jenis norovirus, dan paparan satu jenis mungkin tidak melindungi seseorang dari jenis norovirus lain. Norovirus lebih sering terjadi pada musim dingin, sehingga terkadang disebut "serangga muntah musim dingin". Norovirus juga kadang disebut keracunan makanan, karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Namun, mereka tidak selalu merupakan hasil kontaminasi makanan. Mereka yang terinfeksi norovirus ini biasanya mengalami gejala seperti mual, diare, muntah dan keram perut. Namun gejala lain yang dapat ditimbulkan oleh virus ini adalah berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, serta legan dan kaki terasa sakit. Sebagian besar memang gejala yang muncul bukanlah hal yang serius, namun diare dan muntah yang terjadi akibat virus ini dapat mengakibatkan seseorang tersebut kehabisan cairan yang dibutuhkan tubuh, sehingga menimbulkan dehidrasi dan malnutrisi karena tidakmendapatka cukup nutrisi.

          Orang menjadi terinfeksi norovirus saat mereka mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Makanan, seperti tiram mentah atau setengah matang serta buah-buahan dan sayuran mentah menjadi penyebab norovirus. Nah, tidak jauh berbeda dengan Coronavirus, virus ini juga dapat menular bahkan Norovirus lebih mudah menular mulai dari kontak langsung dengan mereka yang terinfeksi ataupun menyentuh benda yang terpapar virus ini kemudian menyentuh mulut ataupun makanan yang akan dikonsumsi. Norovirus tumbuh subur dalam jarak dekat, seperti restoran, pusat penitipan anak, dan panti jompo, karena virus ini kuat dan sangat menular. Mereka dapat bertahan hidup pada suhu ekstrim di air dan di permukaan. Begitu seseorang terinfeksi dari makanan/minuman yang terkontaminasi, virus dapat dengan cepat menular dari orang ke orang melalui makanan atau peralatan bersama, atau sentuhan dari kulit ke kulit, seperti berjabat tangan, atau melalui kontak dekat lainnya.

          Namun terlepas dari itu semua, kemunculan virus ini juga menjadi cambuk agar kita selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sebab dengan konidisi sekarang yang mana kita dibelenggu oleh coronavirus atau akrab dengan sebutan covid-19 jangan sampai Norovirus juga menjadi belenggu baru buat kehidupan kita. Selain kesadaran masyarakat untuk terus mawas diri dan menerapkan pola hidup sehat pemerintah juga mesti memperhatikan persoalan ini dan menyiapkan strategi khusus untuk mencegah virus ini masuk ke Indonesia, sebab jangan sampai keterlenaan seperti wabah Covid-19 yang menyasar terulang lagi, sebab sudah banyak orang yang kehilangan nyawa olehnya jangan sampai Norovirus menjadi mimpi buruk yang baru bagi Indonesia.

          Menakar kemunculan virus ini menjadi rentan digunakan sebagai senjata politik, polarisasi politik masih tidak bisa dilepaskan dalam permasalahn terkait bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-29. Bahkan menurutnya, polarisasi politik juga telah menjalar menjadi masalah penanganan Covid-19 secara umum. sebenarnya polarisasi politik ini masih sangat ikut gitu di dalam permasalahan-permasalahan ini. tidak cuma soal bansos aja tapi juga masalah penanganan Covid secara umum. Memang kalau saya melihatnya memang tidak hanya masalah politik ini dikait-kaitan dengan Covid, tetapi memang pemerintah meng-handle permasalahan ini sangat distracted oleh hal-hal yang politis sifatnya adanya polarisasi politik tersebut mengakibatkan penyelesaian penanganan Covid-19 menjadi tidak fokus. Ia menagatakam yang terjadi justru fokus terbagi dengan saling menyalahkan dan menegaskan kebijakam antara pusat dan daerah. Polarisasi politik itu ada cuma permasalahannya adalah pemerintah mengizinkan hal tersebut mengalihkan perhatian mereka dari isu yang sebenarnya. Pemerintah tuh jadi gak fokus untuk menyelesaikan tapi malah ngurusin yang politis. dalam sebuah kondisi semisal penanganan Covid-19, pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk tujuan politis bakal selalu ada. Namun untuk mengatasi hal tersebut yang harus dilakukan pemerintah ialah tetap fokus terhadap isu yang sedang dihadapi, bukan justru larut ke dalam tujuan politis yang mereka mainkan.

          Tapi kuncinya justru di pemerintah adalah untuk membiarkan mereka bermain tapi fokus pemerintah tetap pada isunya, sebab melihat kondisi hari saja dengan begitu banyak kepentingan kelompok ataupun individu yang diselipkan didalam coronavirus yang menyasar Indonesia maka tidak menutup kemungkinan hal yang sama juga dapat terjadi atau malah direncanakan jauh-jauh hari sebelum Norovirus menyebar di Indonesia. Sudah saatnya tiap-tiap kita menjadi bijak dalam menghadapi virus yang akan menyasar indonesia tersebut. Sebab sudah seyogyanya kita saling bergandengan untuk menangkal dan mencegah virus baru menyebar luas di indonesia. Penaganan yang cepat dan kesadaran yang tinggi menjadi syarat mutlak agar kita semua dapat terhindar dari penyebaran Norovirus. Saatnya pemerintah menyusun strategi lebih awal agar tidak terjadi lagi pengambilan kebijakan yang terkesan coba-coba. Cukup banyak nyawa yang melayang, ekonomi yang hancur serta degradasi moral yang terjadi karena coronavirus, jangan sampai kita masuk kedalam lobang yang sama dua kali.

Komentar

Postingan Populer