POLITISASI BINTANG

 

      Reward adalah suatu bentuk penghargaan atau imbalan balas jasa yang diberikan kepada seseorang atau kelompok karena telah berperilaku baik, melakukan suatu keunggulan atau prestasi, memberikan suatu sumbangsih, atau berhasil melaksanakan tugas yang diberikan sesuai target yang ditetapkan. Sistem penghargaan (reward system) terdiri atas semua komponen organisasi, termasuk orang-orang, proses, aturan dan prosedur, serta kegiatan pengambilan keputusan, yang terlibat dalam mengalokasikan kompensasi dan tunjangan kepada pegawai sebagai imbalan untuk kontribusi mereka pada organisasi. Reward tidak hanya diukur dengan materi, akan tetapi juga dipengaruhi oleh interaksi antara manusia serta lingkungan organisasi, pada saat tertentu manusia terangsang dengan insentif ekonomi atau materi (material insentives) atau keuntungan-keuntungan ekonomi (economic rewards).

      Pada kancah pemerintahan juga terdapat berbagai macam reward ataupun penghargaan yang diberikan kepada setiap orang ataupun lembaga yang berjasa atapun berprestasi dalam hal-hal tertentu. Indonesia memiliki salah satu penghargaan yang sangat fenomenal, dimana penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh seorang Presiden berupa Bintang. Ya, Bintang Mahaputera namanya. Dimana bintang ini merupakan  bintang penghargaan sipil yang tertinggi, tetapi dikeluarkan dan diberikan sesudah Bintang Republik Indonesia kepada anggota korps militer. Bintang ini diberikan bagi mereka yang berjasa secara luar biasa pada bidang militer pula.Bintang penghargaan ini juga memiliki tingkatan masing-masing yaitu; Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, dan Bintang Mahaputera Nararya.

      Pada dasarnya pemberian penghargaan memiliki berbagai tujuan mulai dari yang tampak hingga yang terselubung. Dalam buku Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia karangan Handoko fungsi dari pemberian sebuah penghargaan yakninya Memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi, memberikan tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih, bersifat universal. Selain itu Gibson (1997) dalam karyanya yang berjudul Organisasi dan Management menjelaskan bahwasannya salah satu tujuan atauoun maksud diberikannya suatu penghargaan adalah Attract atau menarik. Pemaknaan Attract disini ialah dalam sebuah penghargaan yang diberikan berguna untuk menarik ataupun merangkul orang-orang yang dinlai potensial ataupun berpengaruh terhadap sesuatu kedalam kelompok ataupun golongan tertentu. Hal ini selain berguna untuk meningkatkan kualitas suatu kelompok ataupun meningkatkan integritas organisasi hal ini juga berguna untuk menjaga stabilitas kelompok ataupun organisasi tadi agar bisa terhindar ataupun keluar dari sebuah preasure. Seperti yang terlihat acap kali sebuah pemberian penghargaan kepada seseorang ataupun kelompok justru dijadikan sebagai permainan politik.

     Asumsi ini muncul bukan tanpa alasan, sebab kita bisa melihat beberapa bulan yang lalu pemberian sebuah penghargaan Bintang Mahaputra yang diberikan kepada Fadli zon dan Fahri Hamzah atau yang akrab kita kenal dengan duo F. Ya, Seperti yang di sampaikan oleh Mahfud bahwasannya alasan mereka diberikan pengahrgaan tersebut adalah Rakyat 'dianggap' mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka. Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, pada pasal 28 tentang syarat khusus penerima Bintang Mahaputera yakni; Pertama, berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

    Secara aturan memang tidak ada pelanggaran yang terjadi, hanya saja pemberian penghargaan sering ditumpangi oleh kepentingan politik guna menjaga stabilitas singgahsana yang tengah diduduki. Seperti yang kita ketahui bahwa duo F dahulunya adalah dua orang yang sangat keras mengkritik rezim yang berkuasa sekarang, mulai dari kegiatan on Air ataupun off air yang dilaksanakan hingga cuitan-cuitan pedasnya di sosial media. Namun hari ini terjadi perubhan yang sangat signifikan pasca keduanya menerima penghargaan. Mereka seperti kehilangan taring dan tidak lagi memberikan kritikan pedas dalam setiap kemunculannya, melainkan sekarang justru seolah-olah berada satu gerbong dengan mereka. Ini memperlihatkan bahwasannya pemberian Bintang Mahaputra kini sudah beralih fungsi bukan lagi sebagai penghargaan atas jasa ataupun sumbangsih terhadap bangsa dan negara melainkan kini ddigunakan sebagai kontrol politik, sebab dengan pemberian bintang tersebut bisa menarik kelompok-kelompok oposisi kedalam gerbong petahana, dengan kata lain sebagai alat untuk menyatukan kepentingan.

       Baru-baru ini muncul sebuah cuitan yang dikeluarkan oleh Mentri Politik hukum dan HAM dalam twitternya, yang mengatakan bahwa Presiden akan memberikan penghargaan kepada eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Seperti yang kita ketahui bahwasannya pentolan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang merupakan gerakan Moral dengan dimensi Politik kian memperlihatkan eksistensinya. Seperti yang pernah diutarakan oleh salah satu pentolannya KAMI yakninya Din Syamsudin bahwasannya pada 2020 di banyak kerusakan demi kerusakan kembali terjadi Indonesia bahkan semakin parah. Melihat kondisi ini, sudah selayaknya bangsa Indonesia kembali menggugat yang mana dia mengutip hal tersebut dari Pidato presiden Soekarno dimana pidato itu merupakan pledo atas kedzaliman penjajah Belanda dan kerusakan yang diciptakannya. Kita dapat memahami bahwasannya spirit yang KAMI bawa adalah spirit menegakkan kebenaran dan menumpas kebatilan, meskipun didalam perjalannya dimuati oleh kepentingan politik.

     Seperti yang kita ketahui gatot yang tampil sebagai kritikus presiden pun juga akan diganjar oleh Bintang Mahaputera. Pemberian bintang ini dikabarkan akan diberikan pada November ini memperlihatkan bawasannya ini adalah salah satu strategi yang diterapkan oleh Jokowi guna merangkul oposisi. Sebab dengan kondisi politik yang tidak stabil ini perlu strategi khusus guna mengamankan posisi agar tidak goyah dengan terpaan yang datang silih berganti. Tinggal kita tunggu saja tindak tanduk dari eks panglima tersebut setelah menerima Bintang Mahaputra dan arah Politik KAMI setelah salah satu jagoannya diberi Bintang. Pada akhirnya jelas bahwasannya pemberian penghargaan pun kerap dipolitisir dan sarat akan kepentingan. Bukan pemberian penghargaannya yang menjadi masalah melainkan tujuan diberikannya sebuah penghargaan tadi. Sebab dengan kondisi politik Indonesia hari ini yang kian pelik maka momentum itu dimunculkan guna membuka ruang untuk mengamankan posisi dengan merangkul oposisi.

Komentar

Postingan Populer